Satu Dari Empat Pada Tujuh
Bleep!
Handphoneku berbunyi di siang itu, ketika aku sedang melaju di tengah gurun pasir dengan kendaraan 4×4 yang merupakan bagian dari tur dari gurun pasir yang aku ikuti di negara ini.
Aku tidak mempedulikannya, karena aku pikir ‘ah, pasti cuma penawaran atau mailing list‘. Sedikit yang kutahu kalau itu akan membuat moodku berantakan pada malam harinya.
Aku baru tahu kalau ini adalah email dari ‘dia’. Sedikit sinis melihat konten emailnya yang menyatakan ‘baru-baru ini menyadari’. Hey! Kamu sudah membaca kontenku sejak website ini ada. Apakah kamu pikir kamu membaca tulisanku dengan cara ninja? Kamu datang dan pergi meninggalkan jejak. Baik ketika kamu di Köln, Bavaria, Solingen, maupun di Villingen Schwenningen.
Bagian selanjutnya memintaku menghapus situs ini. Kamu pikir aku mau? Aku tidak melanggar apapun di sini. Aku yang mendaftarkan situs ini, aku yang membiayai semuanya. Dan kamu tiba-tiba memintaku untuk mematikannya? Rasanya tidak semudah itu.
Aku tahu kamu sering melihat bagian ‘contact‘ dan ‘about‘ dari situs ini. Mungkin waktu itu sedang kamu menimbang-nimbang dalam keraguan, apakah kamu ingin menghubungiku atau tidak.
Well, guess what? Aku menghapus email di kontak itu. Jadi rasanya, kamu tidak perlu repot-repot lagi untuk mengirim ke sana. Dan aku juga menerapkan geo-lock untuk situs ini, sehingga satu negaramu tidak akan bisa membaca tulisanku di situs ini lagi. Tapi aku masih bermurah hati dengan mengizinkan kamu mengakses situs ini melalui VPN. Yang artinya, jika ‘kamu’ bisa membaca tulisan ini, selamat, kamu telah menemukan VPN. Perlu diingat bahwa aku tidak memerlukan persetujuanmu untuk membeli sebuah domain name, I’m free to do what I want to do.
Aku masih harus pergi, karena masih ada jadwal yang harus kuikuti sebelum besok pulang. Terima kasih sudah menghubungiku, tapi aku tidak lagi peduli.
PS: Aku tidak tahu mau memberi judul apa pada tulisan ini, jadi aku tulis acak saja, tanpa ada arti apa-apa di balik judul itu.